Seri Kajian Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah – Bagian 15


Amr ibn Ash berkata: “Tidak ada orang yang lebih kucintai melebihi Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam dan di mataku tidak ada yang lebih agung melebihi beliau. Saya tidak mampu memandang beliau dengan mata terbuka lebar semata-mata karena menghormatinya. Jika saya ditanya untuk mensifati beliau saya tidak akan mampu menjawab sebab saya tidak mampu memandang beliau dengan mata terbuka lebar.
(HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, bab Kaun al-Islam Yahdimu ma Qablahu).

at-Turmudzi meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam keluar menemui sahabat Muhajirin dan Anshor yang sedang duduk. Di antara mereka terdapat Abu Bakar dan Umar. Tidak ada yang berani memandang beliau dengan wajah terangkat kecuali Abu Bakar dan Umar. Keduanya memandang beliau dan beliau memandang keduanya dan mereka berdua tersenyum kepada beliau dan beliau juga tersenyum kepada mereka.

Usamah ibn Syuraik meriwayatkan: “Saya datang kepada Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam yang dikelilingi para sahabat yang seolah-olah di atas kepala mereka dihinggapi burung”.

Dalam mensifati beliau: “Jika beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam berbicara, para pendengar yang duduk di sekeliling beliau akan menundukkan kepala seolah-olah di atas kepala mereka dihinggapi burung.”

Saat Urwah ibn Mas’ud menjadi duta Quraisy waktu mengadakan perjanjian datang kepada Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam dan melihat penghormatan para sahabat kepada beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam. Ia melihat jika beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam berwudhu maka mereka akan segera berebutan mengambil air wudlu. Bila beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam meludah atau membuang dahak maka mereka akan meraihnya dengan telapak tangan mereka lalu digosokkan pada wajah dan badan mereka. Kalau ada sehelai rambut beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam yang jatuh mereka segera mengambilnya. Jika beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam memberi instruksi mereka segera mengerjakanya. Bila beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam berbicara mereka merendahkan suara mereka. Mereka tidak berani memandang tajam beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam, karena menghormatinya.

Ketika Usamah bin Syuraik kembali kepada kaum Quraisy ia berkata: “Wahai orang-orang Quraisy saya pernah mendatangi Kisra dan kaisar di istana mereka, Demi Allah saya belum pernah sekalipun melihat raja bersama kaumnya sebagaimana Muhammad bersama para sahabatnya”.

Dalam riwayat lain disebutkan: “Saya belum pernah sekalipun melihat raja yang dihormati pengikutnya sebagaimana para sahabat menghormati Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam. Sungguh saya telah melihat kaum yang tidak akan membiarkan beliau Shollallaah ‘alaih wa sallam dalam bahaya selamanya”.

Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari Usamah bin Syuraik bahwasanya ia berkata; “Kami sedang duduk-duduk di samping Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam seolah-seolah di atas kepala kami hinggap burung.“

Tidak ada seorangpun di antara kami yang berbicara tiba-tiba datang beberapa orang kepada Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam lalu mereka bertanya; “ Siapakah hamba Allah yang paling dicintainya?”

“Yang paling baik budi pekertinya,“ Jawab Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam. Demikian tercantum dalam at-Targhib:2/187. Imam al-Mundziri berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam ash-Shahih dengan para perawi yang dapat dijadikan argumentasi.

Abu Ya’la meriwayatkan dari al-Barra’ ibn ‘Azib dan menilainya shahih bahwa al-Barra’ mengatakan: “Sungguh aku ingin sekali menanyakan sesuatu kepada Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam namun aku menundanya selama dua tahun semata-mata karena segan”. 

 Al-Baihaqi meriwayatkan dari az-Zuhri bahwa ia berkata: “Mengkhabarkan kepada saya seorang Anshor yang tidak saya ragukan bahwa Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam jika berwudhu atau mengeluarkan dahak maka para sahabat berebutan mengambil dahak beliau kemudian diusapkan pada wajah dan kulit mereka. “Mengapa kalian berbuat demikian? Tanya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam. “Kami mencari berkah darinya.” “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah Subhanahu wa ta’aala dan RasulNya maka berkatalah jujur, menyampaikan amanah dan tidak menyakiti tetangganya.”  Demikian keterangan dalam al-Kanzu: j.8 hal.228.

Walhasil, dalam hal ini ada dua persoalan besar yang harus dimengerti. Pertama; kewajiban menghargai Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam dan meninggikan derajat beliau di atas semua makhluk. Kedua; mengesakan Tuhan dan menyakini bahwa Allah Subhaanahu wa ta’aala berbeda dari semua makhlukNya dalam aspek dzat, sifat dan tindakan.

Barang siapa yang meyakini adanya kesamaan makhluk dengan Allah Subhaanahu wa ta’aala dalam aspek ini maka ia telah menyekutukan Allah Subhaanahu wa ta’aala sebagaimana kaum musyrikin yang meyakini ketuhanan dan penyembahan terhadap berhala. Dan siapapun yang merendahkan Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam dari kedudukan semestinya maka ia berdosa atau kafir.

Adapun orang menghormati Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam dengan beragam penghormatan yang berlebihan namun tidak mensifati beliau dengan sifat-sifat Allah Subhaanahu wa ta’aala apapun maka ia telah berada di jalan yang benar dan secara bersamaan telah menjaga aspek ketuhanan dan kerasulan. Sikap semacam ini adalah sikap yang ideal.  Apabila ditemukan dalam ucapan kaum mukminin penyandaran sesuatu kepada selain Allah maka wajib dipahami sebagai majaz ‘aqli. Tidak ada alasan untuk mengkafirkannya karena majaz ‘aqli digunakan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Insya’ Alloh bersambung.

Semoga bermanfaat.

About these ads

One response to this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: