Diskusi Aswaja dengan Salafy Wahhaby tentang Adakah Bid’ah Hasanah


Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Berikut ini kami sajikan diskusi Aswaja dengan Salafy Wahaby di facebook, dengan mengangkat tema “Adakah bid’ah Hasanah?” yang ditulis di note (catatan) akunnya Ahmad Zubair as-Salafy. Dimana di dalam catatan tersebut, Ahmad Zubair berpendapat bahwasanya tidak ada yang namanya Bid’ah Hasanah. Dan dia menolak pendapat tentang pembagian bid’ah menjadi beberapa macam dengan berdalilkan dari sebuah riwayat tentang Sayyidina Umar radhiyallah ‘anhu yang mendirikan sholat tarawih secara berjamaah di bulan Ramadhan dan menganggap bahwa apa yang dilakukan Sayyidina Umar radhiyallah ‘anhu bukanlah bid’ah.

Berikut ini adalah note (catatan) yang ditulis oleh Ahmad Zubair di akun facebooknya:

Baca lebih lanjut

Iklan

Pentingnya Mengetahui Asbaab an-Nuzul Ayat-ayat Al-Quran


Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Di dalam kitab “At-Tibyan fii ‘Ulumil Qur’an” karya Syeikh Muhammad Ali ash-Shabuni halaman 27-29, cetakan Dar el-Qalam diterangkan yang artinya sebagai berikut:

Mengetahui “Asbabun Nuzul” sangat besar pengaruhnya dalam memahami makna ayat yang mulia. Olehkarena itu, para ulama sangat berhati-hati dalam memahami “Asbabun Nuzul”. Sehingga banyak di antara mereka yang menulis tentang itu. Di antaranya, yang terdahulu ialah Ali Al-Madani (guru Imam Bukhari r.a.). Yang terkenal dalam bidang ilmu ini adalah kitab “Asbabun Nuzul” karya Imam Al-Wahidi. Syaikhul Islam, Imam Ibnu Hajar juga mengarang kitab tentang itu. Bahkan ada pula kitab yang besar dan lengkap, judulnya “Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul”, karya Imam Suyuthi.

Mengingat betapa pentingnya “Asbabun Nuzul”, maka bisa kita katakan bahwa sebagian ayat tidak mungkin bisa diketahui makna-makna atau diambil hukum darinya, sebelum mengetahui secara pasti tentang asbabun nuzul-nya. Contoh ayat:

Artinya: “Kepunyaan Allah lah Timur dan Barat, kemana pun engkau menghadapkan wajah, di sana lah kiblat (yang disukai) Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah: 115). Baca lebih lanjut

Seri Kajian Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah – Bagian 16


PERANTARA SYIRIK

Banyak orang keliru dalam memahami esensi perantara (wasithah). Mereka memvonis dengan gegabah bahwa perantara adalah tindakan musyrik dan menganggap bahwa siapapun yang menggunakan perantara dengan cara apapun telah menyekutukan Allah Subhaanahu wa ta’aala dan sikapnya sama dengan sikap orang-orang musyrik yang mengatakan:

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. az-Zumar:3)  Baca lebih lanjut

Seri Kajian Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah – Bagian 15


Amr ibn Ash berkata: “Tidak ada orang yang lebih kucintai melebihi Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam dan di mataku tidak ada yang lebih agung melebihi beliau. Saya tidak mampu memandang beliau dengan mata terbuka lebar semata-mata karena menghormatinya. Jika saya ditanya untuk mensifati beliau saya tidak akan mampu menjawab sebab saya tidak mampu memandang beliau dengan mata terbuka lebar.
(HR. Muslim dalam Kitab al-Iman, bab Kaun al-Islam Yahdimu ma Qablahu). Baca lebih lanjut

Siapakah Ahlul Bid’ah Dholalah itu?


Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, “Ummatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.” Ditanyakan kepada beliau: “Siapakah mereka (yang satu golongan itu), wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku.” (HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim)

Wahai ummat Islam, marilah kita bersatu dalam jama’ah Rasul dan para sahabatnya! Dan tinggalkanlah aliran-aliran yang memisahkan diri dari jama’ah ini! Tinggalkanlah jama’ah-jama’ah ahli bid’ah! Tinggalkanlah jama’ah-jama’ah yang berbeda dengan para ulama-ulama terdahulu yang shalih!

Siapakah jama’ah-jama’ah ahli bid’ah dholaalah itu? Mereka yang menolak manhaj salafush sholih, itulah para ahlul bid’ah dholalah. Bagaimanakah ciri-ciri mereka menurut ulama-ulama kita? Diantaranya, mereka itu: Baca lebih lanjut

Al-Imam ibn Abidin Al Hanafi Menyatakan Wahhabi adalah Khowarij Masa Kini


Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Salah seorang ulama di kalangan madzhab Hanafiyyah, al-Imam ibn Abidin al-Hanafi rahimahullah memberikan penjelasan khusus mengenai sekte Wahhabiyyah (pengikut ajaran Muhammad ibn Abdul Wahhab an-Najdi) yang tertuang di dalam kitab karya beliau  yang berjudul Hasyiyah Radd al-Muhtar ‘Ala ad-Durr al-Mukhtar (p. 413). Disitu dijelaskan secara gamblang bahwasanya kaum pengikut Muhammad ibn Abdul Wahhab an-Najdi adalah Khowarij di masa kini. Baca lebih lanjut

Hukum Ziarah dan Mengadakan Perjalanan ke Makam Orang Sholih


Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Di dalam kitab “Al-Fatawi Al-Kubra Al-Fiqhiyyah” (الفتاوي الكبري الفقهية) karya Imam Ibnu Hajar Al-Haitami jilid 2 halaman 24 cetakan Dar el-Fikr diterangkan bahwa:

و سئل رضي الله عنه عن زيارة قبور الأولياء فى زمان معين مع الرحلة اليها هل يجوز مع أنه يجتمع عند تلك القبور مفاسد كثيرة كاختلاط النساء بالرجال و اسراج السرج الكثيرة و غير ذلك

فأجاب بقوله
زيارة قبور الأولياء قربة مستحبة و كذا الرحلة اليها

Artinya:  “Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, semoga Allah meridhoinya, ditanya tentang hukumnya ziarah ke makam para wali pada zaman (waktu) yang telah ditentukan serta mengadakan perjalanan untuk tujuan berziarah ke sana, apakah hukumnya boleh? Padahal di sisi makam tersebut berkumpul banyaknya mafsadat (kerusakan), seperti bercampurnya kaum wanita dan kaum laki-laki, menyalanya banyak lampu, dan sebagainya. Baca lebih lanjut