Pembahasan tentang Membaca Basmalah Secara Jahr


Bismillah ar-Rahmaan ar-Rahiim.

Membaca Basmalah di dalam Surat al-Fatihah dan pada surat-surat yang lain merupakan salah satu polemik yang sudah umum dan berkembang di masyarakat. Mudah-mudahan artikel kali ini dapat menjadi penjelas atas permasalahan ini.

Scan saya kali ini adalah footnote dari kitab “AL WASITH FIL MADZHAB” juz I, hlm.220, karya Hujjatul Islam Al Imam Ghazali (w.505).

Cetakan Darul Kutub Ilmiyah.

Footnote (tahqiq) ini ditulis oleh Abi Amr Al Husaini Bin Umar Bin Abdurrahim.

Baca lebih lanjut

Seri Kajian Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah – Bagian 24


PENGERTIAN TAWASSUL

Banyak orang yang keliru di dalam memahami substansi tawassul. Oleh karena itu kami akan menjelaskan pengertian tawassul yang benar dalam pandangan kami. Namun sebelumnya akan kami jelaskan dulu point-point sebagai berikut:

Pertama:

Tawassul adalah salah satu metode berdoa dan salah satu pintu dari pintu-pintu untuk menghadap Allah Ta’aala. Maksud sesungguhnya adalah Allah Ta’aala. Obyek yang dijadikan tawassul berperan sebagai mediator untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’aala. Siapapun yang meyakini di luar batasan ini berarti ia telah musyrik. Baca lebih lanjut

Seri Kajian Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah – Bagian 23


HAKIKAT-HAKIKAT PERMASALAHAN YANG DAPAT DISELESAIKAN MELALUI KAJIAN

Terjadi banyak perbedaan pendapat di kalangan ulama’ menyangkut banyak hakikat persoalan dalam bidang aqidah, yang mana Allah Ta’aala tidak membebani kita untuk mengkajinya. Dalam pandangan saya polemik ini telah menghilangkan keindahan dan keagungan substansi masalah ini. Misalkan, pro kontra para ulama menyangkut melihatnya Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam kepada Allah Ta’aala dan bagaimana cara melihatNya, dan perbedaan yang luas antara mereka menyangkut persoalan ini. Sebagian berpendapat Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam melihat Allah Ta’aala dengan hatinya, dan sebagian berpendapat dengan mata. Kedua kubu ini sama-sama mengajukan argumentasi dan membela pendapatnya dengan hal-hal yang tak berguna. Baca lebih lanjut

Nashiruddin al-Albani Kontradiktif di dalam Menetapkan Status Hukum Perawi


Pada sebuah riwayat yang menjelaskan tentang sebuah dalil tawassul, al-albani mengingkari tentang keshahihan riwayat tersebut dengan  bersikeras menyatakan bahwa salah satu sanad riwayat tersebut, Sa’id ibn Zaid adalah pribadi yang cacat dan lemah.

Di dalam bukunya at-Tawassul anwaa’uhu wa ahkaamuhu, demi untuk mengharamkan hukum tawassul, beliau berani menghukumi Sa’id ibn Zaid sebagai cacat dan tidak tsiqah (tidak dapat dipercaya).

Mari kita lihat pernyataan beliau ini yang termaktub di dalam kitab karya beliau sendiri “at-Tawassul Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu halaman 126”:

Baca lebih lanjut

Seri Kajian Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah – Bagian 22


HAKEKAT  PENGIKUT AL-ASY’ARIYYAH

Banyak kaum muslimin tidak mengenal madzhab al-Asya’irah (kelompok ulama penganut madzhab Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari) dan tidak mengetahui siapakah mereka, dan metode mereka dalam bidang aqidah. Sebagian kalangan, tanpa apriori, malah menilai mereka sesat atau telah keluar dari Islam dan menyimpang dalam memahami sifat-sifat Allah Ta’aala. Baca lebih lanjut