Nashiruddin al-Albani Menghina Ulama’ Sekelas al-Imam as-Suyuthi Rahimahullaah


Bismillaah ar-Rahmaan ar-Rahiim

Bukan rahasia lagi apabila orang-orang dari sekte Wahhabiyyah gemar mencaci-maki dan menghina orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Pada artikel kali ini akan kami sajikan sebuah fakta, dimana salah seorang ulama’nya kaum Wahhabiyyah melakukan penghinaan terhadap seorang ulama ahlussunnah wal jama’ah yaitu al-Imaam as-Suyuthi rahimahullaah.

al-Albani merendahkan al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah dengan sebuah kalimat “يجعجع”  (Yuja’ji’u). Di dalam kamus al-Munawir, disebutkan bahwa arti Yuja’ji’u adalah suara unta yang sedang berkumpul.

Mari kita lihat fakta ini di dalam buku karya al-Albani yang berjudul as-Silsilat adh-Dha’ifah jilid 4 halaman 189 (kitab ini dapat didownload di perpustakaan digital milik wahhabi http://waqfeya.net/book.php?bid=505), dan setelah anda download yang jilid 4 silakan buka halaman 189, disitu akan tertera kalimat seperti berikut (perhatikan yang bergaris merah): Baca lebih lanjut

Iklan

Nashiruddin al-Albani Mendhoifkan Suatu Hadits di Satu Tempat, Namun ditempat Lain Dinyatakan Shahih


Silsilat adh-Dhaifah

Sangat banyak sekali kasus dimana al-Albani mendhaifkan sebuah hadits, namun di tempat lain beliau menshahihkannya meskipun haditsnya sama. Pada artikel kami sebelumnya sudah dibahas bagaimana al-Albani bertindak kontradiktif terhadap status seorang perawi.

Nah, pada artikel kali ini kami ketengahkan lagi sebuah fakta bagaimana al-Albani mendhoifkan sebuah hadits di salah satu buku karyanya, namun di dalam buku karyanya yang lain beliau menshahihkan hadits tersebut. Baca lebih lanjut

Seri Kajian Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah – Bagian 25


DALIL-DALIL YANG DIGUNAKAN OLEH KAUM MUSLIMIN DI DALAM BERTAWASSUL

Firman Allah Ta’aala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

Wasilah adalah segala sesuatu yang dijadikan Allah Ta’aala sebagai faktor untuk mendekatkan kepada Allah Ta’aala dan sebagai media untuk mencapai kebutuhan. Parameter dalam bertawassul adalah bahwa yang dijadikan wasilah itu memiliki kedudukan dan kemuliaan di mata yang ditawassulkan. Baca lebih lanjut

Syaikh Bin Baaz Menganggap Syirik Amalan Shahabat Bilal bin al-Harits


Klik untuk Zoom

Kaum wahhabiyyah sering kali melontarkan tuduhan-tuduhan syirik kepada semua orang yang berbeda haluan dan paham dengan pemahaman mereka. Tidak hanya orang biasa yang dicap syirik, bahkan dari kalangan ulama’ pun tidak sedikit pula yang dicap sebagai pelaku syirik. Bahkan dengan lancangnya, sahabat Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam pun tidak luput dari tuduhan syirik seperti ini.

Syaikh Bin Baaz, seorang ulama wahhabi menyatakan bahwa amalan seorang sahabat Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam yang bernama Bilal bin al-Harits al-Mazani radhiyallahu ‘anhu adalah amalan yang mungkar dan dapat menjadi wasilah kepada kesyirikan. Pernyataan Bin Baaz ini dapat ditemui di dalam ta’liq (catatan kaki) kitab Fath al-Baari bi Syarh Shohih al-Bukhari karya al-Imam ibn Hajar al-Asqalani rahimahullaah yang ditahqiiq oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz cetakan Maktabah as-Salafiyyah, halaman 495 juz 2. Baca lebih lanjut

Kebohongan Wahabi Seputar Kenduren dan Selamatan Kematian


Oleh: Muhammad Idrus Ramli (Alumnus Ponpes Sidogiri)

Dalam acara diklat internalisasi ASWAJA di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman Yogyakarta, tanggal 23 Juli 2011, seorang peserta diklat mengajukan pertanyaan tentang hukum selamatan kematian seperti tujuh hari dan seterusnya menurut madzhab Syafi’i. Penanya tersebut menyerahkan selebaran foto copy yang dibagi-bagikan secara gratis ke rumah warga oleh kaum Wahabi di Sleman.  Selebaran tersebut berjudul Imam Syafie Mengharamkan Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan.

Setelah saya memeriksa selebaran tersebut, ternyata isinya penuh dengan kebohongan dan pemalsuan terhadap pernyataan para ulama madzhab Syafi’i.  Baca lebih lanjut

Dialog bin Diskusi bin Kabur bin Ngacir


Pada suatu pagi, saya duduk duduk I’tikaf lurus depan ka’bah. Tepatnya sebelah lokasi sumur zamzam dulu.

Tiba tiba ada anak muda Indonesia yang menghampiri saya dan duduk disebelah saya.

Saya tanyai dia baru selesai tawaf katanya.

Akhirnya kitapun kenalan dan saling tahu satu sama lain. Rupanya dia santri alias sekolah di Ma’had Masjidil Haram di lantai dua babul malik fahd. Saya Tanya, dia ngambil jurusan Hafidz Al Qur’an katanya.

Singkat kata singkat cerita: Tibalah diskusi sebagai berikut; Baca lebih lanjut

Menurut Syech Bin Baaz: Kaum Wahhabiyyah adalah Pengikut Ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab


Banyak kalangan dari salafy wahaby yang merasa gerah atas penisbatan golongan (wahabi) mereka dengan Muhammad bin Abdul Wahhab, dan dikarenakan image yang miring tentang sekte ini, mereka sering bergonta-ganti nama, yang terakhir ini mereka menggunakan nama salafy. Namun, meskipun mereka berganti-ganti nama, namun tetaplah esensinya sama, yaitu sebagai pengikut doktrin Syech Muhammad bin Abdul Wahhab. Dan tidak sedikit pula dari kalangan mereka yang berusaha untuk mencoba membelokkan fakta penisbatan wahhabi ini kepada tokoh lain yaitu Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum seorang tokoh khawarij dari abad 2 H. Baca lebih lanjut