Dialog bin Diskusi bin Kabur bin Ngacir


Pada suatu pagi, saya duduk duduk I’tikaf lurus depan ka’bah. Tepatnya sebelah lokasi sumur zamzam dulu.

Tiba tiba ada anak muda Indonesia yang menghampiri saya dan duduk disebelah saya.

Saya tanyai dia baru selesai tawaf katanya.

Akhirnya kitapun kenalan dan saling tahu satu sama lain. Rupanya dia santri alias sekolah di Ma’had Masjidil Haram di lantai dua babul malik fahd. Saya Tanya, dia ngambil jurusan Hafidz Al Qur’an katanya.

Singkat kata singkat cerita: Tibalah diskusi sebagai berikut;

Saya bertanya:”Menurut antum, ziarah kubur itu bagaimana sih?”

Dia menjawab:”Sunnah akhi… memang dulu nabi pernah melarangnya, namun kemudian beliau justru memerintahkan kita untuk berziarah.

Saya bertanya:”Bisa antum sebutkan redaksi hadits nya yang saat nabi melarangnya?” Misalnya:”Janganlah kalian berziarah kubur…!! /dll?

Dia:”Wah, afwan,,, ana gak tahu akhi… Yang ana tahu ya hadits larangan yang bersambung kemudian dengan perintah ziarah kubur itu”.

Saya bertanya:”Apakah ada batasan dalam kandungan perintah nabi dalam ziarah kubur tersebut?”

Dia menjawab:”Ya iyalah… bahkan ada pendapat yang mengatakan, kalimat perintah nabi untuk berziarah kubur itu tidak berlaku untuk perempuan. Artinya untuk perempuan tidak di sunnahkan berziarah, bahkan Allah & Rasulullah mengutuknya.

Saya:”Masya Allah… segitu nya ya?” Maaf, antum sependapat dengan pendapat itu?”

Dia menjawab:”Iya !! ini lho akhi bunyi haditsnya:

لعن رسول الله زوارات القبور

Pernah dengar dan baca hadits ini khan akhi?”

Saya: Oh itu.. Iya… Alhamdulillah saya juga mengetahui hadits itu. Hadits itu adalah hadits nya Hasaan bin tsabit. Yang dikeluarkan oleh ibnu majjah dari jalur Faryabi. Dan juga imam Baihaqi dalam sunan kubronya, dari jalur Sufyan Atsaury. Dan dalam kitab Zawaaid dikatakan bahwa sanadnya Hasaan bin tsabit itu Shohih dan para rawinya itu terpercaya semua. Hadits ini juga dikeluarkan oleh imam Tirmidzi dan kata beliau “Hasan Shohih”. Juga ada yang senada dengan hadits tersebut yang diriwayatkan oleh imam Annasa’i dan Abi Dawud. Wallahu a’lam.

Dia:”Yaa begitulah akhi…

Saya:”Apakah anda tidak pernah baca atau mendengar, sebuah hadits yang menceritakan bahwa Aisyah berziarah ke kuburan baqi’ madinah, bahkan oleh nabi di beri tahu tata caranya berziarah?”

Dia:”Mmmm… Yang mana ya?”

Saya:”Oh.. lewat deh… Kalau misalnya saya berziarah ke kuburannya orang kafir, boleh nggak?”

Dia menjawab:”Ya jelas nggak boleh akhi…. Ini juga, termasuk pengecualian dari hadits perintah berziarah kubur tadi… Jadi maksud nabi, hanya mencakup kuburannya orang orang muslim akhi… Lagian ngapain antum berziarah ke kuburannya orang non muslim… hahaha… ada ada aja akhi ini…

Saya:”Ya endaklah… saya khan cuma tanya, misalnya… Lalu, kalau boleh tahu, maaf, apakah anda termasuk orang yang berpendapat ibunda Nabi Muhammad orang kafir?”

Dia menjawab:”Iya akhi… antum kok tahu?” memang seperti itu ada nya akhi…

Saya:”Hmmm… Lantas kenapa Allah kok mengijinkan nabi menziarahi kuburan ibundanya tersebut?” Bukankah tadi antum mengatakan, kita tidak boleh berziarah ke kuburannya orang non muslim?”

Dia:”Masak seperti itu akhi?” Setahu saya, nabi tidak di ijinkan oleh Allah untuk memohon ampunan atas ibunya itu, bagaimana menurut antum ini akhi?”

Saya:”Ya benar, itu adalah bunyi hadits alenia pertamanya… Nabi memang tidak di ijinkan oleh Allah untuk memohonkan ampunanNya atas ibunya.. Namun bunyi alenia kedua hadits tersebut menjelaskan bahwa nabi cukup di ijinkan menziarahinya saja.

Dia:”Lantas apa artinya semua itu?” Nabi tidak boleh memohonkan ampunanNya atasnya?”

Saya:”Ya jelaslah… Allah tidak mengijinkannya…

Itu maksudnya tidak perlu !!

tidak usah !!

artinya, ibundanya nabi tidak perlu di mohonkan ampunan, karena beliau tidak punya dosa dan telah menjadi penghuni surga yang abadi. Lantas bagaimana dengan pertanyaan saya tadi?” mohon di jawab akhi !!

Dia:”Ada haditsnya nggak?”

Saya:”Ada akhi… begini bunyinya kalau nggak salah:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور, فزوروها فقد اذن لمحمد فى زيارة قبر امه.

Hadits riwayat imam Muslim dan imam Tirmidzi.

Bagimana tanggapan akhi?”

Dia:”Wah… maaf, kayaknya saya tidak bisa meneruskan dialog kita ini akhi… saya harus pamit dulu… Assalamu’alaikum…

Saya:”Wa ‘alaikumus salaam warohmatullahi wabarokatuh…

*twing

Bakkah, 2 mei 2009

Konon ini adalah foto makam ibunda Nabi kita Muhammad bin Abdillah shollallaahu ‘alaihi wasallama.

Wallahu a’lam bis showaab..

Catatan dari sahabat saya, Kaheel baba Naheel.

23 thoughts on “Dialog bin Diskusi bin Kabur bin Ngacir

    • @budianto
      temen2 aswaja ummati dah sering kunjungi blog tsb,dan dah tahu deh….biasa blog nya kaum sawah…kadang di tampilin kadang tidak,….klo comment..
      tapi kapan mas abul jauzaa nya kunjungi ke ummati…???

  1. diskusi yang menarik… mohon di ikhlaskan, karena saya ngopi pate diskusi.. q juga sertakan alamat ini kok… makasih banyakk sebelumnya, semoga Allah ridloi kita semua.. amin, dan semoga Sayyidina wa maulana Muhammad memberi syafaat kepada kita kelak di akhirat..

  2. Tulisan2 anda sangat tendensius ! Penuh kebencian dengan Salafy yang anda katakan perwujudan dari “sekte wahaby”, padahal baik kelompok anda ( saya yakin dari kelompok NU ) dan kelompok salafy sama halnya dengan kelompok2 lain yang sejalur adalah sama2 mengakui sebagai “ahlus sunah wal jamaah” namun mengapa saling menebar kebencian ???
    Kiranya lebih bijaksana anda tidak memprovokasi untuk menebar kebencian. Cobalah anda pelajari atau amati bagaimana keseharian salafiyyun…, hidupnya sederhana, jauh dr kemewahan, shalat jamaahnya tekun dan pasti bagian yang paling rapi dlm shalat jamaah, tak pernah sama sekali menggunjing…, dan mereka pandai menggunakan akalnya dlm memahami makna suatu ayat atau hadits, dan satu lagi : jauh dari taklid buta sebagaimana orang2 nu…, kesehariannya / ibadahnya penuh dengan basa-basi, semrawut, campur aduk tak karuan….. tak jelas kemana arahnya !
    dan selalu menolak jika dikritik walaupun kritik membangun, apa yg ia yakini seolah mutlak yg paling benar dan betul2 taklid pada kyainya…wallau a’lam, semoga Allah SWT memberi petunjuk bagi kita semua, amiin…

    • orang wahabi doyan nya cuma koar-koar bilang orng laen taqlid buta , tpi fanatik abis-abisan ama pendapatnya ibnu taimiyyah cs …. maling teriak maling !!!!!! haha ..

    • Lho ga gitu mas hanif ilham noor.. kami begini juga karena wahabi salafi.. mereka menginjak2 amaliyah kami.. padahal nabi melakukan, sahabat melakukan, tabiin dan generasi selanjutnya melakukan.. itu kan artinya sama aja nginjak2 perintah nabi dan pendapat para sahabat nabi yang mulia?? nah kami ga terimanya disitu mas.. mohon dipahami ya mas .. terimakasih…

  3. Sesungguhnya kalau semuanya mau jujur dan memahami kebenaran, antara kelompok salafy, nu, md, mta, jt adalah sederajat, masing2 ada kelebihan dan kekurangan, justru inilah yang hrs saling melengkapi, tak perlu membela kaummnya habis2an kalau mm salah ! Justru yang SANGAT-SANGAT HARUS kita waspadi adalah kelompk2 sempalan (sesat) antara lain : Syi’ah dan Ahmadiyah dan kelompok2 tingkat global lain dan sekte2 lokal misal : LDII (Islam Jamaah), Azzaitun, Coba ikhwan semua membuka mata hati masing2…, insya Allah akan menemukan kebenaran. Sudahlah, pendapat2 pribadi baik analisis pribadi atau provokasi dan hasutan teman lain kesampingkan dulu…, cobalah menggunakan dasar pijakan yang sama yakni Al Quran dan Sunnah Nabi, masya gak bisa memahami sih ?

    • Yang gini gue demen nich…cuma setahu dan pengalaman saya…yang awal dan pertama mencaci ibadah orang adalah kawan2 dari salafi/wahaby….kalo yang lain hanya menjawab cacian tersebut…menurut saya seperti itu

    • kalo mau jujur juga ya kang hanif.. kalo wahabi ga buat gara2 kamipun ga akan cari gara2.. nah kami ini hanya meluruskan saja.. sudah dari dulu kami pake AL-QUR’AN DAN SUNNAH.. kami pake dalil hadist mereka minta Qur’an kami pake Qur’an eh mereka belak belok kayak bajay.. lha terus mau gimana?? terkadang kami juga prihatin lo mas hanif .. mau didiemin itu terus2an memprovokasi masyarakat dengan pendapat yg salah, ayat yang dipotong2, yah kami sebagai ummat Muhammad ga terima lah mas hanif.. apalagi sekarang pake mengkafir2kan.. padahal ya dari segi manapun apa yang kami lakukan kuat landasannya dan dasarnya.. apalagi dilakukan oleh para sahabat. lha terus?? mau dibawa kemana agama kita kalo berurusan sama orang2 seperti ini???????????????????????????

  4. salafi wahabi emang si orangnya rajin’ ,pkoknya bagus deh kya ucapannya hanif ilham tu , tpi syang dbalik itu semua hatinya busuk ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s