Menurut Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA): Diperbolehkan Sholat Jum’at Sendirian


Berikut ini adalah video dari pendapat Bapak Drs. Ahmad Sukina (MTA) tentang bolehnya sholat jum’at sendirian, tidak berjamaah.

Tentunya pendapat yang seperti ini tidak memenuhi syarat sahnya ibadah sholat jumat. Di dalam kitab Safinatu an-Najaah disebutkan:

matan-safinatu-an-najaah

(Fasal Dua Puluh Tujuh) Syarat sah shalat Jum’at ada enam, yaitu:

1. Harus dilaksanakan di waktu dzuhur.

2. Ibadah Sholat Jum’at tersebut dilakukan masih di dalam batas daerah.

3. Harus dilaksanakan secara berjamaah.

4. Jamaah Jum’at minimal berjumlah empat puluh (40) terdiri dari laki-laki merdeka, baligh dan penduduk asli daerah tersebut.

5. Tidak didahului atau dibarengi dengan sholat jum’at yang lain dalam satu daerah tersebut.

6. Dilaksanakan secara tertib, yaitu dengan khutbah terlebih dahulu, disusul dengan shalat Jum’at.

(Fasal Dua Puluh Delapan)

Rukun khutbah Jum’at ada lima, yaitu:

1. Mengucapkan “الحمد لله” (Alhamdu lillaah) dalam dua khutbah tersebut.

2. Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam dalam dua khutbah tersebut.

3. Berwasiat ketaqwaan kepada jamaah Jum’at dalam dua khutbah Jum’at tersebut.

4. Membaca ayat Al-Qur’an dalam salah satu khutbah.

5. Mendo’akan seluruh umat muslim pada akhir khutbah.

(Fasal Dua Puluh Sembilan)

Syarat sah khutbah jum’at ada sepuluh, yaitu:

1. Bersih dari hadats kecil (seperti kencing) dan besar seperti junub.

2. Pakaian, badan dan tempat bersih dari segala najis.

3. Menutup aurat.

4. Khutbah disampaikan dengan berdiri bagi yang mampu.

5. Kedua khutbah dipisahkan dengan duduk ringan seperti tuma’ninah dalam shalat ditambah beberapa detik.

6. Kedua khutbah dilaksanakan dengan berurutan (tidak diselangi dengan kegiatan yang lain, kecuali duduk).

7. Khutbah dan sholat Jum’at dilaksanakan secara berurutan.

8. Kedua khutbah disampaikan dengan bahasa Arab.

9. Khutbah Jum’at didengarkan oleh 40 laki-laki merdeka, baligh serta penduduk asli daerah tersebut.

10. Khutbah Jum’at dilaksanakan dalam waktu Dzuhur.

Wallaahu a’lam.

Iklan

2 thoughts on “Menurut Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA): Diperbolehkan Sholat Jum’at Sendirian

  1. Wew Kitab apa tuh gan? Bukannya islam itu setahu saya hukumnya cuma quran sana sunnah nabi ya? Maaf gan saya belom lama masuk islam jadi belom tau sama kitab2 macem2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s