Seri Sifat Shalat Nabi SAW – Wajibnya Menghadap Kiblat


Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Ka'bah

Dalilnya (wajibnya menghadap kiblat pada waktu sholat) adalah firman Allah Azza wa Jalla:

“Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya…”… (QS. Al-Baqarah [2]: 150)

Yang dimaksud dengan Masjidil Haram disini adalah Ka’bah,’ berdasarkan beberapa alasan:

1. Dari Ibnu Abbas RA, is bercerita: “Ketika Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam memasuki Baitullah, beliau berdoa di seluruh sudutnya dan tidak shalat sampai beliau keluar darinya. Setelah keluar beliau melakukan shalat dua raka’at di depan Ka’bah. Lalu beliau menukas, “Ini adalah kiblat. (HR. Bukhari dalam Shahihnya [1:501] dalam Fathul Bari, dan Muslim [2:968] dengan lafazh yang mirip).

2. Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi Shollallaah ‘alaih wa sallam telah berpesan, -Menghadaplah kiblat lalu bertakbirlah”.  Baca lebih lanjut

Iklan

Sifat Sholat Nabi Shollallaah ‘alaih Wa Sallam – Takbiratul Ihrom


Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

Sifat Sholat Nabi Shollallaah 'alaih Wa SallamManakala memulai shalat, Rasulullah Shollallaah ‘alaih Wa Sallam bertakbiratul ihram usai niat, karena hadits, “Sesungguhnya amal tergantung niat…”

Dari Ibnu Umar RA, ia bercerita: “Ketika berdiri untuk shalat, Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya hingga lurus dengan kedua bahunya lalu beliau bertakbir…”. (HR. Muslim [1:292 no.22])

Dari Abu Hurairah RA, ucapnya: “Tatkala berdiri akan shalat, Rasulullah SAW bertakbir ketika berdiri…”. (HR. Muslim [1:296 no.23])

Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW membuka shalat dengan takbir dan membaca al-hamdulillahirabbil ‘alamiin…” (HR. Muslim [1:357) Dari Ali RA, ia mengatakan, “Rasulullah SAW telah bersabda:

“Pembuka shalat adalah wudhu, yang mengharamkannya (dari pekerjaan lain) adalah takbir (takbiratul ihram) sedang yang menghalalkannya (menqerjakan selain pekerjaan shalat) adalah salam”. (HR. At-Tirmidzi [1:8 no.3] dari hadits Ali dan [2:3 no.238] dari hadits Abu Sa’id)

Al-Hafizh An-Nawawi dalam Syarah Al-Muhadzdzab [3:289] berkata, “Wudhu dinamakan dengan pembuka shalat karena hadats itu penghalang shalat seperti gembok bagi pintu, menjadi penghalang masuk. la butuh pembuka. Ucapan Nabi ‘Yang mengharamkannya adalah takbir”. A-Azhari berkata bahwa asal tahrim (pengharaman) adalah mencegah. Setiap yang dicegah/dilarang adalah haram. Takbir disebut dengan yang mengharamkan shalat karena dengannya orang yang shalat tercegah (dlharamkan) dari bicara, makan dan sejenisnya.  Baca lebih lanjut